Tips Memilih Rumah Bagi Pengantin Baru

Rumah Murah Malang – Setelah menggelar acara resepsi pernikahan dan melewati minggu pertama bulan madu, berarti saatnya bagi Anda dan pasangan untuk segera menghadapi kenyataan hidup dengan membuat target, melakukan perencanaan, dan mengelola keuangan rumah tangga agar cepat punya rumah.

Jangan pernah menunda untuk membeli rumah, karena semakin menunda maka kesempatan Anda untuk memiliki rumah akan semakin kecil. Mengapa bisa seperti itu? Karena harga rumah setiap tahunnya terus naik, semakin menipisnya lahan serta membludaknya permintaan membuat harga rumah terus terkerek naik.

Pentingnya keberadaan sebuah rumah juga harus dipahami oleh mereka pasangan yang baru menikah. Kehadiran rumah sangat penting untuk memulai kehidupan yang baru. Nah bagi Anda penganti baru yang kebetulan ingin membeli rumah, berikut ini adalah tipsnya.

1. Seberapa Besar Dana yang Anda Punya

Keuntungan dari membeli rumah berdua adalah tersedianya dana yang lebih banyak. Dengan budget tersebut, Anda dan pasangan bisa memilih hunian yang lebih bagus daripada jika harus membeli sendiri. Ini akan terasa sangat adil mengingat Anda dan pasangan akan menempati hunian tersebut bersama-sama. Jangan menunggu terlalu lama karena harga rumah cenderung naik dengan cepat.

Ya, membeli rumah adalah impian semua pasangan, namun harga rumah yang cukup mahal membuat Anda dan pasangan harus sedikit bersabar. Namun dengan pengelolaan uang yang bijak dan disiplin, punya rumah sendiri bukanlah mimpi. Simak langkah-langkahnya yang dirangkum dari berikut ini!

2. Perhatikan Lokasi & Ukuran Rumah

Meski pengantin baru, Anda juga tetap harus memperhatikan lokasi dan luas rumah yang akan dibeli karena jika Anda kelak mempunyai buah hati, ia juga akan tinggal di situ. Ukuran tempat tinggal yang terlalu sempit akan menimbulkan ketidaknyamanan nantinya. Sebaliknya tinggal di lokasi yang agak jauh dari sekolah atau tempat kerja juga menyita waktu. Tipe rumah ideal menurut kebanyakan orang adalah tipe 36 dan 45. Namun ada juga yang beranggapan tipe 30 masih pantas, asalkan bangunannya bertingkat.

Baca juga :   Jasa Pembuatan Website

3. Pilih KPR yang Memudahkan, Bukan Mematikan

Dewasa ini, sudah banyak pilihan KPR dari berbagai macam bank baik itu konvensional maupun syariah. Setiap produk memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Tugas Anda adalah memilah mana yang paling menguntungkan, terutama dari sisi keringanan bunga karena KPR bukanlah pinjaman yang selesai dalam 1-2 tahun jadi pastikan Anda mendapat penawaran terbaik.

Pastikan Anda berkomunikasi dengan baik dengan pasangan mengenai target memiliki rumah. Misalnya, kapan mulai mengajukan KPR? Berapa anggaran yang ingin dialokasikan untuk uang tanda jadi dan harga rumah. Komunikasi yang baik dan lancar dengan pasangan bisa mempermudah proses penghematan dan pengeluaran, loh!

Setelah itu susun berapa bujet tabungan setiap bulan untuk pengajuan KPR. Tidak apa jika pada tahun pertama Anda mengalami kesulitan dalam penyesuaian bujet. Asalkan tetap berupaya disiplin menabung dan menjauhkan diri dari hutang.

4. Jangan beli rumah dulu!

Semua pasangan termasuk pengantin baru tentu ingin memiliki tempat tinggal sendiri yang nyaman dan bisa ditinggali sampai hari tua. Namun terkadang penyesuaian keuangan dan tahapan menabung memaksa kita harus menunda membeli rumah.

It’s okay, pengantin baru rata-rata tinggal di rumah atau apartemen sewa pada tahun pertamanya. Nikmati waktu santai bersama pasangan tanpa memikirkan biaya cicilan KPR dan perawatan rumah yang besar.

Setelah beradaptasi dengan baik maka Anda bisa mulai menabung uang tanda jadi untuk pengajuan KPR.

Hidup sederhana, Jika Anda terlahir di tengah keluarga yang berkecukupan, tetaplah berusaha menerapkan hidup sederhana pada tahun-tahun pertama pernikahan. Kurangi belanja yang tidak perlu dan mulai disiplin menabung minimal 30 persen dari pendapatan untuk uang muka pengajuan KPR.

Baca juga :   Kamu Muslim WajiB Baca, Sekilas Tentang Umroh

Keperluan membeli mobil pun bisa ditunda untuk hal yang lebih penting. Gaya hidup pasangan yang sederhana bisa memudahkan mereka untuk menabung bersama dan membuat rencana investasi untuk masa tua.

5. Pilih yang fungsional

Berbeda dengan 20 tahun lalu, gaya hidup praktis dan minimalis membuat rumah sederhana menjadi lebih efisien ditempati. Kini, tinggal di rumah dengan luas kurang dari 100 meter persegi adalah hal yang umum untuk keluarga muda.

Maka jangan heran apabila apartemen mulai menjadi incaran hunian keluarga selain rumah tapak. Mengenai harga, janganlah memilih rumah dengan banderol yang tinggi. Pilih yang cicilan dan uang mukanya bisa disesuaikan dengan kemampuan.

Selain itu, lokasi hunian yang jauh dari pusat kota juga bukan menjadi halangan membeli rumah. Sebab, beberapa proyek infrastruktur kini mulai dibangun supaya bisa menjangkau masyarakat komuter tiba di pusat kota dengan cepat.

6. Rencanakan Hunian Berkembang

Bila hanya memikirkan kebutuhan saat ini, rumah yang diperlukan tentu hanya untuk berdua. Hal ini sering kali membuat pasangan muda tak masalah bila hunian yang dibeli hanya memiliki 1 kamar tidur. Namun, pemikiran ini hanya jangka pendek dan kurang tepat.

Bagaimanapun pasangan akan memiliki momongan, cepat atau lambat. Jadi perlu dipikirkan dengan seksama. Alangkah baiknya bila merencanakan hunian tinggal yang bisa dikembangkan.

Ini untuk mengantisipasi kebutuhan yang bertambah di masa mendatang. Contohnya rumah yang bisa ditambah ruang atau kamar tidur di dalamnya. Bila ingin lebih praktis, pilihlah rumah yang memiliki minimal 2 kamar tidur.

Dalam memilih dan membeli rumah, keluarga muda sangat disarankan mengincar rumah dengan konsep rumah tumbuh. Ini akan sangat menguntungkan di masa mendatang, seiring bertambahnya kebutuhan.

Baca juga :   Fakta Tentang Bakso Malang

7 .Faktor Lingkungan yang Nyaman dan Aman

Hunian yang ideal bukan hanya memiliki tampilan apik, tapi juga menjamin kenyamanan dan keamanan. Jadi, pastikan desain rumah tinggal menunjang semua prasayarat utama tersebut. Misalnya bangunan masih kokoh, sirkulasi udara yang baik, dan lain-lain.

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan ialah kondisi lingkungan sosial. Apakah lingkungan baik untuk ditinggali dan cocok bagi perkembangan anak-anak kelak? Ini penting dan berkaitan dengan rasa betah atau tidak untuk tinggal. Pilihlah hunian tinggal yang mampu menjawab kebutuhan di masa sekarang maupun masa depan nantinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp WhatsApp us