Home Uncategorized Sekolah Nonformal

Sekolah Nonformal

315
0

Sekolah Nonformal – PENDIDIKAN nonformal {sekarang|kini} dituntut untuk {mampu|sanggup|cakap|kapabel} mendefinisikan dan {mampu|sanggup|cakap|kapabel} mereposisi diri {terhadap|kepada} {aktivitas|kegiatan|kesibukan} ekonomi yang terjadi di era {digital|komputerisasi} {saat|ketika|dikala} ini. Demikian dikemukakan Dirjen {Pengajaran|Pendidikan} Masyarakat dan {Pengajaran|Pendidikan} {Anak|Si|Kecil|Buah|Hati} {Usia|Umur} Dini (Dikmas-PAUD) Harris Iskandar di {sela|jeda}-{sela|jeda} acara seminar nasional dan evaluasi pencapaian {kinerja|performa|daya kerja} Ditjen Dikmas PAUD di Yogyakarta, DIY,
Pada acara yang dihadiri oleh ratusan dan praktisi {pengajaran|pendidikan} nonformal serta {sebagian|beberapa} akademisi dari {sebagian|beberapa} {daerah|tempat} itu {dimaksudkan|ditujukan|dialamatkan} untuk mencari {ikhtisar|inti sari|kesimpulan|rangkuman|resume|ringkasan|rumusan|simpulan} dan penetrasi program ke depan yang tantangan {sudah|telah} jauh berbeda dari era sebelumnya.
\\\”Era {digital|komputerisasi} bukan basa-basi, kita {sudah|telah} berada di dalamnya dan {harus|seharusnya|semestinya|patut|sepatutnya|wajib|mesti} {mampu|sanggup|cakap|kapabel} mendefinisikan peran ala yang {harus|seharusnya|semestinya|patut|sepatutnya|wajib|mesti} {dilakukan|dilaksanakan|dijalankan|dikerjakan} oleh {pengajaran|pendidikan} masyarakat (nonformal) ke depan,\\\” ujarnya.
{Menurut|Berdasarkan} Harris peran {pengajaran|pendidikan} nonformal {tidak|tak} saja sebagai {pengganti|substitusi} dari {pengajaran|pendidikan} formal. Lebih dari itu {pengajaran|pendidikan} nonformal {harus|seharusnya|semestinya|patut|sepatutnya|wajib|mesti} memberi {poin|nilai|skor} tambah dan {pelengkap|komplemen|komplementer} dari {pengajaran|pendidikan} formal di era {digital|komputerisasi} ini. Dengan masih adanya jutaan {alumni|alumnus|jebolan|lulusan|tamatan} SMK yang menganggur {maka|karenanya}, kata Harris, {pengajaran|pendidikan} nonformal dituntut {dapat|bisa} berperan melengkapi kompetensinya {agar|supaya} diterima di pasar kerja yang makin kompetatif atau {melakukan|melaksanakan|menjalankan|mengerjakan} usaha mandiri.

Beda dengan BLK
{Dia|Ia} menambahkan adanya {peraturan|hukum|undang-undang|regulasi|tata tertib|aturan} baru bahwa bidang kursus ke depan di bawah Kementerian {Energi|Tenaga|Daya|Kekuatan} {Metode|Cara|Sistem} berbentuk Balai Latihan {Metode|Cara|Sistem} (BLK) juga {harus|seharusnya|semestinya|patut|sepatutnya|wajib|mesti} disikapi {bijaksana|bijak|arif}. Harris {menerangkan|menjelaskan|membeberkan} bahwa BLK berbeda dengan program kursus yang {dikembangkan|dioptimalkan|dimaksimalkan} Ditjen Dikmas dan PAUD Kemendikbud.

\\\”Kursus di {pengajaran|pendidikan} nonformal sifatnya luas {sebab|karena} lingkup yang digarap {tidak|tak} {cuma|hanya} {alumni|alumnus|jebolan|lulusan|tamatan} SMK atau {pengajaran|pendidikan} formal {tapi|tetapi|melainkan|namun} {tapi|tetapi|melainkan|namun} juga pegawai/ buruh untuk pengembangan diri dengan menambah kompetensinya. Misal BLK punya {sasaran|target} khusus untuk pencari kerja {maka|karenanya} Dikmas menyelenggarakan {pengajaran|pendidikan} yang arahnya ke skilling, reskilling dan up building.

Baca juga :   SYAIR MEKAH DAN MADINAH

Direktur Kesetaraan dan Keaksaraan Ditjen Dikmas-PAUD Kemendikbud Abdul Kahar {menyebutkan|menceritakan} Indonesia yang {saat|ketika|dikala} ini {menerima|mendapatkan} bonus demografi yang {sampai|hingga} tahun 2035 {memiliki|mempunyai} struktur penduduk produktif yang tinggi akan {sangat|amat|benar-benar|sungguh-sungguh|betul-betul} {memerlukan|membutuhkan} {pengajaran|pendidikan} nonformal.

\\\”Kita {harus|seharusnya|semestinya|patut|sepatutnya|wajib|mesti} {mampu|sanggup|cakap|kapabel} {mengasah|memacu} penduduk produktif {tersebut|hal yang demikian} dengan menambah ketrampilan dan kompetensinya {sesuai|cocok|layak|pantas} tuntutan jaman. Alasannya Indonesia akan menjadi negara yang kuat dan besar {jika|kalau|jikalau|bila|apabila|seandainya|sekiranya} {energi|tenaga|daya|kekuatan} kerjanya {memiliki|mempunyai} kompetensi yang {baik|bagus} dan {mampu|sanggup|cakap|kapabel} {menciptakan|mewujudkan|menjadikan|menghasilkan} {kesempatan|peluang|kans} kerja produktif,\\\” ujarnya.

Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 {tentang|perihal|seputar} {Pengajaran|Pendidikan} {Pengajaran|Pendidikan} Nasional Pasal 13 ayat 1 {diungkapkan|dinyatakan|diucapkan|disuarakan} bahwa {trek|jalur|jalanan} {pengajaran|pendidikan} terdiri dari {pengajaran|pendidikan} formal, informal dan nonformal. {Pengajaran|Pendidikan} formal {adalah|ialah|merupakan|yaitu|yakni} {pengajaran|pendidikan} yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada {biasanya|lazimnya|umumnya}. {Kecuali|Selain}, {pengajaran|pendidikan} informal {adalah|ialah|merupakan|yaitu|yakni} {trek|jalur|jalanan} {pengajaran|pendidikan} keluarga dan lingkungan berbentuk {aktivitas|kegiatan|kesibukan} belajar secara mandiri yang {dilakukan|dilaksanakan|dijalankan|dikerjakan} secara sadar dan bertanggung jawab.

Sementara, {pengajaran|pendidikan} nonformal {adalah|ialah|merupakan|yaitu|yakni} {trek|jalur|jalanan} {pengajaran|pendidikan} di luar {pengajaran|pendidikan} formal yang {dapat|bisa} {dilakukan|dilaksanakan|dijalankan|dikerjakan} secara {berkala|terpola|terencana|terjadwal|terprogram|terstruktur} dan {berjenjang|bertahap}. {Pengajaran|Pendidikan} nonformal paling banyak terdapat pada {usia|umur} dini, serta {pengajaran|pendidikan} dasar seperti taman {pengajaran|pendidikan} Al Quran (TPA) yang banyak terdapat di {masjid|mesjid} dan sekolah {minggu|pekan} di gereja. {Pengajaran|Pendidikan} itu, ada juga {berbagai|pelbagai|beragam|bermacam-macam|beraneka|bermacam|berjenis-jenis} kursus, diantaranya kursus musik, {bimbingan|nasihat|nasehat|pengarahan|tuntunan} belajar dan sebagainya.

{Pengajaran|Pendidikan} nonformal juga {mencakup|meliputi} {pengajaran|pendidikan} {kemampuan|kesanggupan|kecakapan} hidup, {pengajaran|pendidikan} {anak|si kecil|buah hati} {usia|umur} dini, {pengajaran|pendidikan} kepemudaan, {pengajaran|pendidikan} pemberdayaan perempuan, {pengajaran|pendidikan} keaksaraan, {pengajaran|pendidikan} keterampilan dan pelatihan kerja. {Pengajaran|Pendidikan} kesetaraan {mencakup|meliputi} Paket A, Paket B dan Paket C, serta {pengajaran|pendidikan} lain yang {dimaksudkan|ditujukan|dialamatkan} untuk {mengembangkan|mengoptimalkan|memaksimalkan} {kemampuan|kesanggupan|kecakapan} peserta {ajar|didik} seperti, Belajar Masyarakat (PKBM), {institusi|lembaga} kursus, {institusi|lembaga} pelatihan, {kategori|klasifikasi|kelompok|golongan} belajar, majelis taklim, {sanggar|studio}, dan lain sebagainya, serta {pengajaran|pendidikan} lain yang {dimaksudkan|ditujukan|dialamatkan} untuk {mengembangkan|mengoptimalkan|memaksimalkan} {kemampuan|kesanggupan|kecakapan} peserta {ajar|didik}. (H-2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here