Home DOMBA KONTRIBUSI LEMBAGA PELATIHAN TERNAK KAMBING DI INDONESIA

KONTRIBUSI LEMBAGA PELATIHAN TERNAK KAMBING DI INDONESIA

590
0
PELATIHAN TERNAK KAMBING

PELATIHAN TERNAK KAMBING DI INDONESIA

Pelatihan Ternak Kambing – Indonesia merupakan negara kepulauan, yang memiliki ribuan pulau di dalamnya. Indonesia juga merupakan negara yang kaya. Indonesia diminati karena kekayaan sumber daya alamnya, dan tanahnya yang subur.

Secara teoritis, istilah pelatihan (training) adalah suatu proses dimana orang-orang mencapai kemampuan tertentu untuk membantu pencapaian tujuan organisasi (Mathis & Jackson, 2002:5). Secara terbatas, pelatihan menyediakan para pegawai dengan pengetahuan yang spesifik dan dapat diketahui serta ketrampilan yang digunakan dalam melakukan pekerjaan mereka saat ini. Sementara batasan yang lebih luas menyimpulkan bahwa pelatihan merupakan cakupan dari pengembangan serta memfokuskan individu untuk mencapai kemampuan baru yang berguna baik bagi pekerjaannya saat ini maupun masa yang akan datang.

Anwar Prabu (2003 : 24) mengemukakan bahwa pelatihan adalah proses pendidikan jangka pendek yang mempergunakan prosedur sistematis dan terorganisasi, pegawai non-manajerialnya mempelajari pengetahuan dan ketrampilan teknis dalam tujuan terbatas.

Dengan demikian, istilah pelatihan ditujukan pada pegawai pelaksana untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan teknis.

Tujuan Pelatihan

Menurut Ranupandojo (2000:82) tujuan dari diadakannya pelatihan adalah:

  1. Meningkatkan produktivitas
  2. Memperbaiki moral
  3. Mengurangi pengawasan
  4. Mengurangi kemungkinan terjadi kecelakaan
  5. Meningkatkan kestabilan dan keluwesan organisasi.

Kestabilan organisasi menunjukkan kemampuan organisasi untuk mempertahankan efektivitasnya meskipun kehilangan pegawai kunci. Keluwesan organisasi menunjukkan kemampuan organisasi untuk menyesuaikan diri dengan variasi jangka pendek akan volume pekerjaan. Prinsip-prinsip pemberian pelatihan (Ranupandojo, 2000:82) :

  1. Motivasi

Semakin tinggi motivasi seorang pegawai, semakin cepat ia akan mempelajari ketrampilan atau pengetahuan baru. Latihan sebagai alat haruslah dihubungkan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh para pegawai.

  1. Laporan kemajuan

Diperlukan untuk mengetahui seberapa jauh seorang pegawai telah memahami pengetahuan yang baru. Meskipun demikian pembuatan laporan kemajuan yang terlalu sering adalah tidak disarankan.

  1. Reinforcement

Apabila suatu ketrampilan sedang dipelajari, perlulah proses belajar ini diperkuat dengan hadiah ataupun hukuman. Manajemen haruslah menentukan agar setiap hadiah dikaitkan dengan kemajuan para pegawai.

  1. Praktek

Mempraktekkan apa yang dipelajari jelas merupakan hal yang sangat penting. Sedapat mungkin para pegawai yang dilatih bisa mempraktekkan ketrampilan tersebut dalam suasana pekerjaan yang sebenarnya.

  1. Perbedaan individual

Meskipun latihan secara kelompok sering mempunyai kelebihan ekonomis, perlulah disadari bahwa pada hakekatnya pegawai itu berbeda antara satu dengan lainnya. Karenanya latihan yang efektif hendaknya menyeuaikan kecepatan dan kerumitan dengan kemampuan masing-masing individu.

Kambing adalah salah satu jenis hewan ternak ruminansia besar yang sejak dahulu sudah di budidayakan manusia di seluruh belahan dunia. Di Indonesia kambing ternak pada umumnya masih dibudidayakan secara tradisional. Sebagian besar masyarakat memelihara kambing hanya sebagai usaha sampingan saja. Peternakan kambing secara intensif belum begitu banyak diusahakan di Indonesia. Kambing ternak diusahakan untuk dimanfaatkan dagingnya dan untuk menghasilkan susu. Jenis-jenis kambing penghasil susu atau kambing perah yang dibudidayakan di Indonesia antara lain kambing etawa, kambinng jawarandu, kambing saenen.

Sedangkan jenis-jenis kambing yang diusahakan untuk dimanfaatkan dagingnya adalah semua jenis kambing ternak, termasuk domba. Kambing merupakan hewan ruminansia yang memiliki perut empat bagian yang terdiri dari rumen, retikulum, omasum, dan abomasum. Seperti mamalia ruminan yang lain, kambing merupakan hewan berjari genap. Kambing betina mempunyai payudara berputing dua, dibandingkan dengan sapi yang berputing empat.

Jenis-jenis Kambing Ternak di Indonesia

Di Indonesia terdapat banyak sekali jenis-jenis kambing ternak yang di budidayakan oleh masyarakat. Secara umum jenis-jenis kambing dibedakan menjadi 3, yaitu kambing lokal, kambing impor dan kambing campuran. Beberapa jenis kambing ternak yang banyak dibudidayakan di Indonesia antara lain sebagai berikut:

Baca juga :   Pelatihan Peternakan Kambing Jogjakarta

a).    Kambing kacang

b).    Kambing etawa

c).    Kambing peranakan etawa

d).    Kambing jawa randu

e).    Kambing boer

f).    Kambing saanen

Pada umumnya budidaya peternakan kambing di Indonesia di usahakan untuk diambil dagingnya, dan sebagian besar masih dilakukan secara tradisional. Kambing kacang adalah jenis kambing lokal yang paling banyak dibudidayakan untuk dimanfaatkan dagingnya. Kambing kacang merupakan jenis kambing yang tangguh dan memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi. Sedangkan jenis kambing perah yang sudah banyak dibudidayakan adalah kambing etawa.

Tahapan Cara Budidaya Ternak Kambing

Pemilihan Lokasi Kandang Kambing

Biasanya kambing ternak dapat dibudiayakan diseluruh wilayah Indonesia, baik di dataran rendah, menengah hingga dataran tinggi. Ternak kambing dapat berkembang dengan baik pada berbagai tipologi lahan. Namun untuk memperoleh hasil yang baik pemilihan lokasi kandang kambing tetap harus diperhatikan. Berikut ini beberapa syarat lokasi yang baik untuk beternak kambing:

a).    Lokasi/tempat tidak tergenang air

b).    Agak jauh dari rumah/pemukiman atau sumur

c).    Cukup mendapatkan sinar matahari, terutama dipagi hari

d).    Terlindung dari hembusan angin langsung

Pembuatan Kandang Kambing

Sebuah kandang merupakan rumah bagi ternak kambing sebagai tempat beristirahat, tempat berlindung dari hama pemangsa, sebagai tempat makan dan minum, sebagai tempat berreproduksi. Bahan kandang dipilih adalah material yang mudah didapat, murah, kuat dan tahan lama. Untuk bahan atap kandang, sebaiknya dipilih yang tidak menimbulkan panas seperti atap dari genting, ijuk atau rumbia.  Ukuran kandang harus disesuaikan dengan kebutuhan, dengan pemisahan antara kandang induk dengan pejantan. Untuk ternak kambing dewasa ukuran kandang yang ideal adalah 1-1,5 meter persegi.

a). Ada dua type kandang ternak kambing, yaitu kandang koloni dan kandang individu. Kandang koloni adalah kandang kambing yang dihuni beberapa ekor kambing dalam satu kamar. Jumlah ternak kambing yang dipelihara dalam kandang koloni tergantung ukuran luas kandang. Sedangkan tipe kandang individu adalah kandang yang disekat-sekat kecil dan satu sekat hanya untuk satu ekor kambing.

b). Kandang Depok, yaitu kandang dengan lantai tanah. Kelebihan kandang depok yaitu biayanya lebih murah, resiko kecelakaan kecil. Sedangkan kekurangannya yaitu kebersihan kandang kurang terjamin, sisa pakan, kotoran dan air kencing berserakan, kandang becek dan lembab. Ternak kambing menjadi kotor, kuman penyakit, parasit dan jamur mudah berkembang.

Memilih Bibit Kambing dan Ciri-ciri Bibit Kambing yang baik untuk Diternakkan

Perihal kualitas bibit kambing merupakan salah satu kunci sukses dalam usaha beternak kambing. Bibit kambing yang berkualitas kemungkinan besar memiliki produktivitas yang baik sehingga akan memberi keuntungan pada peternak. Selain kualitas, pemilihan jenis kambing yang akan diternakkan juga harus diperhatikan. Pilihlah jenis kambing sesuai dengan tujuan budidaya, apakah untuk menghasilkan daging atau susu. Selanjutnya tentukan jenis kambing yang paling sesuai dengan tujuan tersebut. Berikut ini ciri-ciri umum induk dan pejantan kambing yang baik untuk diternakkan :

a).    Ciri-ciri Induk Kambing yang baik untuk Diternakkan

–    Ternak kelihatan sehat, tidak cacat, tubuhnya besar tapi tidak terlalu gemuk

–    Kaki lurus dan kuat, badan padat dan kompak, garis punggung dan pinggang lurus

–    Alat kelamin normal

–    Memiliki sifat keibuan (mau mengasuh anaknya dengan baik)

–    Berasal dari keturunan kembar

–    Badan dan bulunya bersih serta mengkilap

–    Kambing betina yang baik untuk dijadikan indukan minimal berusia 5-6 bulan

 

b).    Ciri-ciri Pejantan Kambing yang baik untuk Diternakkan

–    Tubuhnya besar dan kuat, badan panjang

–    Sehat secara fisik dan tidak cacat

Baca juga :   Pelatihan Peternakan Kambing Etawa

–    Kaki lurus dan kuat, tumit tinggi

–    Alat kelamin keyal dan mampu ereksi dengan baik

–    Berasal dari keturunan kembar

–    Buah zakar memiliki ukuran sama besar dan normal

–    Badan dan bulu bersih serta mengkilap

–    Pejantang yang baik minimal berusia 5-8 bulan

 

Cara Pemeliharaan dan Perawatan Ternak Kambing

Beberapa cara atau kegiatan pemeliharaan ternak kambing diseuaikan dengan sistem budidaya yang diterapkan, yaitu cara tradisional, semi intensif atau intensif. Secara tradisional umumnya pada siang hari ternak kambing diangon, atau dilepaskan pada suatu areal lahan untuk mencari pakan sendiri. Pada sore hari ternak kambing dimasukkan kandang.

Biasanya peternak hanya ngarit sekali untuk menyediakan pakan dimalam hari. Dengan beternak kambing secara tradisioanal pekerjaan peternak lebih ringan jika dibandingkan dengan cara semi intensif atau intensif. Dengan sistem apapun yang diterapkan dalam beternak kambing, usaha budidaya harus memenuhi faktor-faktor pemeliharaan yang baik dan benar. Faktor-faktor pemeliharaan ternak kambing diantaranya meliputi beberapa hal sebagai berikut :

a).    Pemberian Pakan dan Minum

Pemberian makanan pokok ternak kambing yaitu rumput dan hijauan. Rumpus merupakan makanan pokok yang harus tersedia setiap saat, yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup ternak kambing seperti untuk metabolisms, untuk kebutuhan produksi susu clan untuk kebutuhan bereproduksi (kawin, bunting, beranak dan menyusui). Untuk ternak kambing yang dibudidayakan secara semi intensif maupun intensif  dimana ternak selalu dikandangkan, pemberiannya rumput adalah sebanyak 10% dan konsentrat 1% dari bobot badan hidup.

Selain jenis rumput-rumputan, diberikan juga jenis hijauan lain/dami-damian seperti daun singkong dan daun glyrisidia. Daun singkong dan glyrisidia harus dilayukan terlebih dahulu sebelum diberikan. Pemberian dalam bentuk segar, sebaiknya dihindari karena tanaman ini mengandung racun. Pelayuan akan menghilangkan atau mengurangi zat racun. Pemberian yang bebas akan memberikan pertumbuhan yang lebih cepat pada ternak, karena hijauan tersebut mengandung gizi yang tinggi.

Serta selain pakan, air minum yang bersih juga harus selalu tersedia. Terutama pada saat cuaca terik dan panas. Dalam satu hari setiap ekor ternak kambing dewasa sekurang-kurangnya membutuhkan air minum sebanyak 1,5-2,5 liter. Air minum yang bersih hendaknya selalu tersedia sepanjang waktu. Kebersihan air minum harus selalu diperhatikan dengan menggantinya setiap hari.

b).    Memandikan Ternak Kambing

Proses memandikan ternak kambing adalah aktifitas beternak yang sangat jarang dilakukan oleh para peternak di Indonesia. Padahal memandikan ternak juga penting, karena dapat meningkatkan kesehatan ternak dan menambah nilai jual. Memandikan ternak kambing sekurang-kurangnya dilakukan 2 kali dalam setahun.

Ternak yang tidak pernah dimandikan terlihat bulunya akan kotor, gembul dan lembab. Manfaat dari memandikan ternak kambing yang utama adalah membersihkan kuman penyakit, parasit dan jamur penyebab penyakit. Ternak yang bersih akan terlihat lebih sehat dan menarik, sehingga harga jualnya kemungkinan bisa lebih tinggi.

c).    Pemotongan Kuku Kambing

Pemotongan kuku pada ternak kambing terutama dilakukan pada ternak yang selalu dikandangkan, yaitu pada budidaya secara semi intensif dan intensif. Ternak yang setiap saat ada didalam kandang biasanya pertumbuhan kukunya lebih cepat. Kuku kambing yang terlalu panjang dapat mengakibatkan beberapa hal berikut ini :

–    Jalannya terganggu

–    Ternak jantan mengalami kesulitan bila kawin

–    Kuku yang tidak dipotong dapat patah dan bisa mengakibatkan luka dan infeksi

–    Di bawah telapak kuku yang panjang bisa berongga dan penuh dengan kotoran yang ditumbuhi parasit dan jamur sehingga membahayakan kesehatan ternak.

Perawatan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit Ternak Kambing

Para peternak kambing tradisonal maupun semi intensif dan intensif tentunya selalu menginginkan ternaknya sehat dan bebas penyakit. Pada kondisi tertentu, penyakit ternak dapat berakibat fatal yaitu kematian ternak. Berikut ini beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk menjaga agar ternak selalu sehat dan mencegah serangan penyakit pada kambing :

Baca juga :   Workshop Ternak Kambing Jawa Jogja

a).    Memilih kambing yang sehat dan bebas penyakit

b).    Asal-usul indukan jelas, tidak memiliki riwayat penyakit

c).    Pemeliharaan dilakukan dengan baik dan benar

d).    Memberi pakan dan minum yang cukup

e).    Pemberian vitamin dan antibiotik

f).    Pemberian vaksin

g).    Menjaga kebersihan kandang

Pengendalian Penyakit pada Ternak Kambing

Ada beberapa penyakit yang sering ditemukan pada ternak kambing antara lain; kembung (bloating), cacingan, scabies, pink eye, orfatau (dakangan atau orf), antraks, penyakit kuku dan mulut, radang kuku, mastitis, kudis/budug, myasis atau belatungan. Selain itu, keracunan tanaman juga sering dialami oleh ternak kambing. Terutama kambing yang di umbar atau di angon.

Untuk mengendalikan penyakit-penyakit ternak kambing tersebut yang terutama adalah melakukan budidaya ternak kambing dengan baik dan benar. Cara menjaga kesehatan kambing dan mencegah timbulnya serangan penyakit pada kambing dapat dilakukan dengan beberapa tindakan seperti yang tersebut pada poin 5 diatas. Untuk cara pengendalian penyakit ternak kambing secara rinci akan dibahas pada artikel berikutnya.

Reproduksi Ternak Kambing

Indukan kambing betina sebaiknya mulai dikawinkan pada usia 10-12 bulan atau bila bobotnya telah mencapai 55-60 kg. Dalam satu tahun indukan betina yang baik minimal bisa beranak hingga 3 kali. Masa kehamilan kambing sekitar 144-156 hari. Masa melahirkan, penyapihan dan istirahat berkisar 2 bulan.Tanda-tanda indukan kambing siap kawin (sedang mengalami birahi) antara lain sebagai berikut:

a).    Kelihatan gelisah, menurunnya nafsu makan dan minum

b).    Sering mengibaskan ekor

c).    Kemaluan bengkak dan sering kencing

d).    Diam saat dinaiki pejantan

Jika muncul tanda-tanda tersebut dan umur indukan sudah cukup, segera kawinkan dengan pejantan. Siklus birahi kambing biasanya berselang 17-21 hari, dengan lama birahi 24-45 jam.

Lembaga Pelatihan Ternak Kambing

Banyak sekali pertimbangan para lembaga-lembaga Pelatihan Ternak Kambing, salah satunya adalah karena permintaan akan stock kambing baik berupa ternak hidup maupun berupa daging yang sudah dipotong-potong, semakin meningkat dari tahun ke tahun. Dalam hal ini pasar penyerap hewan ruminansia sangat beragam, dapat berupa ternak hidup kambing, penggemukan kambing, indukan, atau sebagai hewan kurban.

Pasar penyerap daging kambing  pun tergolong banyak di antaranya rumah makan, jasa catering aqiqah dan pedagang di pasar. Sayangnya permintaan dari berbagai penyerapan pangsa pasar ini belum bisa terpenuhi seluruhnya oleh peternak, berarti masih sangat banyak peluang untuk terjun dalam bisnis di dalamnya.

Dalam dunia peternakan, mereka yang memiliki kontribusi untuk Indonesia adalah siapa saja yang memiliki peran untuk ikut serta dalam mengelola berbagai macam peternakan sesuai dengan bidang mereka masing-masing. Salah satunya adalah Lembaga Pelatihan Ternak Kambing, mereka berperan dalam mengajarkan siapa saja mengenai bagaimana cara beternak kambing.

Mulai dari penataan kandang, pengecekan kesehatan, pakan harian, dan lain sebagainya. Semuanya sangat bermanfaat bagi perkembangan Indonesia dalam dunia peternakan. Pelatihan ternak kambing adalah salah satu kontribusi yang dapat diberkan. Di sisi lain masih banyak sekali hal-hal yang dapat dilakukan oleh kita untuk kontribusi dalam memajukan Indonesia, agar ke depannya lebih baik lagi dari sebelumnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here